cinta dan waktu

28 04 2009

Alkisah di sebuah pulau kecil tinggallah berbagai macam benda abstrak, ada cinta, ada gembira, ada kesedihan, kekayaan, dan lain sebagainya.

Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, badai besar datang dan menghempas pulau kecil itu.

Air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau kecil itu.

Semua penghuni pulau cepat-2 berusaha menyelamatkan diri.

Cinta sangat kebingungan, sebab ia tak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu.
Ia berdiri di tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan.

Sementara itu air makin naik dan membasahi kaki cinta.

Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan, kekayaan, tolong aku !” teriak cinta.

“Aduh, maaf cinta”, kata kekayaan

“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, karena nanti perahuku tenggelam. Lagipula tak ada lagi tempat bagimu di perahu ini”.

Lalu kekayaan cepat-2 mengayuh perahunya pergi.

Cinta sedih sekali karena ditinggalkan begitu saja oleh kekayaan.

Tak berapa lama kemudian lewatlah kegembiraan dengan perahunya. “Kegembiraan, tolong aku !” teriak cinta.

Namun kegembiraan terlalu senang karena berhasil menemukan perahu, sehingga ia tidak mendengar teriakan cinta.

Air makin tinggi membasahi cinta sampai ke pinggang, dan cinta panik.

Bersamaan dengan itu lewatlah kecantikan.
“Kecantikan, bawalah aku bersamamu”, kata cinta.

“Wah cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini” kata kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya.
Saat itu juga lewat kesedihan.

“Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu”, kata cinta.

“Maaf cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja .” jawab kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat keadaan kritis itulah tiba-2 terdengar suara

“Cinta, mari cepat naik ke perahuku !”.
Cinta menoleh dan melihat seorang tua dengan perahunya.

Cepat-2 cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat orang itu menurunkan cinta, dan segera pergi lagi.

Pada saat itulah cinta sadar bahwa ia tidak tahu sama sekali siapa orang tua
yang telah menyelamatkannya.

Cinta segera menanyakannya kepada penduduk di pulau itu.

“Oh orang tua tadi ? Dia adalah waktu”, jawab para penduduk.

“Tapi mengapa ia menyelamatkan aku, bukankah dia tidak mengenal aku, dan aku tidak mengenal dia. Bahkan teman-2ku yang mengenal akupun tidak mau menyelamatkan aku”,tanya si cinta dengan keheranan.

“Sebab”, kata orang itu

HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI SEBUAH CINTA ..”

thanks to my friends atas kiriman emailnya

sangat membangun bro…

ten thumbs for you


Actions

Information

One response

30 04 2009
Dedhy Kasamuddin

Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin😀

ya silahkan adja bro, saya pun berharap kita saling berbagi ilmu dalam blog kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: